fbpx

Ini Bedanya Batuk Gejala COVID-19 Dengan Batuk Biasa

Banyak yang dibuat was was dengan adanya pandemi Covid-19 saat ini, mengingat umumnya batuk dirasakan oleh sebagian besar pasien Covid-19. Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, tercatat 70% pasien positif bergejala menderita batuk. Lalu apasih yang membedakan batuk gejala COVID dengan batuk biasa? Simak ulasan berikut ini supaya Anda tidak salah asumsi.

Baik batuk biasa maupun batuk gejala COVID-19 sama-sama disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan manusia. Namun, keduanya berasal dari golongan yang berbeda dan memiliki karakteristik yang berbeda pula. Mari simak batuk gejala covid-19 dengan batuk biasa.

Perbedaan Gejala Infeksi Biasa dan Infeksi Virus Corona

Batuk Biasa

Melansir Healthline, batuk kering kerap berlangsung selama beberapa minggu, dan disertai pilek atau flu. Cuaca yang lebih dingin dari biasanya juga rentan bikin batuk. Pasalnya, menghirup udara kering dapat mengiritasi tenggorokan. Batuk kering pun jadi lebih lama sembuh. Selain virus dan cuaca dingin, penyebab batuk kering lainnya adalah:

Asma: menyebabkan saluran udara dalam tubuh mengembang dan mengempis. Hal ini dapat memicu batuk kering disertai sesak napas.

Gastroesophageal reflux disorder (GERD): refluks asam lambung kronis ini dapat mengiritasi kerongkongan. Saat kerongkongan teriritasi, tubuh secara alami akan batuk. Pilek musiman: pilek musiman dapat membuat lendir menetes ke bagian belakang tenggorokan, dan mengaktifkan refleks batuk.

Alergi: alergen atau pemicu alergi seperti asap, serbuk sari, sampai bulu binatang peliharaan dapat memicu refleks batuk.

Efek obat: beberapa jenis obat seperti enalapril (Vasotec) dan lisinopril (Prinivil, Zestril) memiliki efek samping dapat menyebabkan batuk kering.

Batuk rejan: infeksi pernapasan menular ini dapat memicu batuk kering disertai suara mirip siulan saat Anda menghirup napas. Sumber: health.kompas

COVID-19

Menurut Dr. Sarah Jarvis, direktur klinis dari Patientaccess.com, batuk akibat infeksi virus COVID-19 umumnya bersifat batuk kering yang terjadi terus menerus. Dikutip dari The Sun US, dilihat dari kasus yang terkonfirmasi di China hingga 22 April 2020, ada 67,7% pasien virus corona positif yang menunjukkan gejala batuk kering.

Pengertian batuk kering adalah batuk yang tidak berdahak atau berlendir. Virus mengiritasi dan menyebabkan tenggorokan terasa gatal. Tubuh mengompensasinya dengan batuk. Selain itu, batuk yang merupakan gejala infeksi virus corona ini tidak terjadi sekali dua kali. Misalnya seperti kalau kita berdehem karena ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan. Dr. Sarah juga menambahkan, batuk umumnya berlangsung terus menerus dan dirasakan oleh penderitanya tidak seperti batuk biasa. Batuk sebagai gejala infeksi virus corona bisa merupakan sesuatu yang baru dialami  atau dirasakan oleh penderita dan bukan seperti batuk biasa dirasakan.

Jika disertai gejala demam dan sesak napas, kita sebaiknya mendatangi pusat pelayanan kesehatan atau rumah sakit rujukan untuk melakukan tes usap tenggorokan. Sumber: kesehatan.kontan

Post a Comment